Perkuat sinergi, bagun kolaborasi. Temu Bakorwil IV DKR resmi dibuka.

Lumajang — Dalam upaya meningkatkan kapasitas serta kualitas tata kelola Dewan Kerja, Bakorwil IV Dewan Kerja Ranting (DKR) Lumajang menyelenggarakan kegiatan Temu Bakorwil IV Dewan Kerja Ranting Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi Dewan Kerja untuk memperkuat pemahaman konseptual dan teknis dalam menjalankan peran pembinaan anggota muda secara terarah dan berkelanjutan.

Temu Bakorwil IV DKR diikuti oleh perwakilan Dewan Kerja dari wilayah Bakorwil IV, meliputi DKR Senduro, DKR Padang, dan DKR Gucialit. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan empat aspek utama, yaitu Pola Pembinaan Dewan Kerja (PPDK), Scout Project, Manajemen Risiko, dan Keprotokolan, sebagai bekal penting bagi Dewan Kerja dalam merancang serta melaksanakan program kerja yang tertib, terukur, dan berdampak nyata.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kak Sujanar, S.Pd., M.M, selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda). Dalam arahannya, Kak Sujanar menegaskan bahwa Dewan Kerja memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembinaan. Menurutnya, pemahaman terhadap PPDK menjadi fondasi utama, yang harus diiringi dengan kemampuan merancang Scout Project yang relevan dengan kebutuhan anggota muda, serta kesadaran akan pentingnya manajemen risiko dan keprotokolan dalam setiap kegiatan.
“Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ide yang baik, tetapi juga oleh kesiapan sistem dan ketertiban dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Penyampaian materi inti berlangsung secara berurutan oleh para pemateri yang kompeten di bidangnya. Materi PPDK disampaikan oleh Kak Dimas, yang mengulas peran Dewan Kerja dalam sistem pembinaan serta arah pengembangan anggota muda. Selanjutnya, materi Scout Project disampaikan oleh Kak Faiq, dengan penekanan pada pentingnya perencanaan proyek yang kontekstual, berdampak, dan berkelanjutan.
Sementara itu, materi Manajemen Risiko disampaikan oleh Kak Santi, yang mengajak peserta memahami pentingnya identifikasi potensi risiko kegiatan serta langkah-langkah mitigasi yang harus disiapkan. Adapun materi Keprotokolan disampaikan oleh Kak Anna, yang membahas tata aturan, etika, dan ketertiban sebagai bagian penting dari profesionalitas pelaksanaan kegiatan kepramukaan.

Melalui kegiatan Temu Bakorwil IV DKR Tahun 2025, diharapkan Dewan Kerja semakin mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja, sekaligus menumbuhkan budaya organisasi yang tertib, responsif, dan berorientasi pada pembinaan anggota muda yang berkualitas.